PUISI MATEMATIKA
KARENA PMRI
M. RIZKI ANYGRAH
SD NEGERI 117 PALEMBANG
Karena PMRI …
Kelasku sering kurindu
Matematika menjadi temanku
Volume balok telah kutahu
Karena PMRI…
Isi kubus mudah kutembus
Belajar segitiga jadi ceria
Menghitung-hitung tak mudah bingung
Tambah dan kurang menjadi senang
Kali dan bagi tak ragu lagi
Bilangan bulat, pecahan gampang kubedakan
Karena PMRI…
Mengukur luas
Mengukur panjang
Mengukur berat
Semua jadi terang karena semua langsung kulakukan
Karena PMRI…
Kelasku selalu riang
Belajar jadi gampang
Ulangan tak lagi bimbang
PMRI oh PMRI
Teruslah berusaha
Teruslah maju bersama bangsa
Maju hingga ke Olimpiade Matematika dunia
PMRI
Jangan tinggalkan kami
PROYEKSI BANGUN RUANG KEHIDUPAN
IKA PERMATA HATI
Kelas XA SMA Negeri 1 Muara Enim
Jl. Perwira No. 1 Muara Enim 31311
Dalam suatu lukisan bangun ruang
Terbentuk guratan garis kehidupan
Ada lingkaran kelahiran dan kematian
Dan ada limas dengan titik puncak perjuangan
Fatamorgana semu terlukis pada dimensi
Dituangkan dalam ruang
Menjatuhkan tiap titik pada bangun
Untuk dianalogikan pada bidang datar
Bidang proyeksi yang terbentuk
Membaginya dalam stereometri
Yang dikenal
Dengan tiga macam proyeksi
Berhubungan dengan garis maupun bidang
Sudut pun takkan mungkin ditinggalkan
Kehidupan harus dicerna
Melalui sebuah sudut pandang
Proyeksi tegak lurus ortogonal
Proyeksi sentral,
Proyeksi dengan titik pusat Tuhan
Serta tak ketinggalan proyeksi miring
Untuk membangun sebuah ruang kehidupan
Menggapai tangga kesuksesan
LINGKARAN
Ivy Sudjana, S.Pd
Denpasar
Aku menemukan pada buah dada dan pusar manusia
Segitiga memilah wanita
Silinder dan bola memilih pria
Semua merujuk awal hidup baru
Seperti angka nol pada bilangan cacah
Waktu kanak,
Aku melihat lingkaran pada mata boneka, biskuit bayi dan roda kereta
Pada dasar kaleng susu dan piring makanku,
Semakin besar akupun memandang
Lingkaran pada bola dunia, pada koin uang logam
Pada dasar gelas, ember, dan pada jam dinding
Semua tak boleh jadi pecahan karena akan tak berguna
Harus selalu bulat…sempurna
Kemudian aku memahami lingkaran pada roda-roda kendara
Menggilas garis lurus bayang cahaya di jalan sejajar
Bersisian atau berlika liku
Aku belajar berhenti pada tanda kurang di rambu merah
Atau malah melaju cepat ke tanda tambah bila ternyata celaka
Aku lalu belajar,
Lingkaran tak hanya lingkaran
Lingkaran memiliki bentuk berupa-rupa
Dewasa aku…menyentuh lingkaran pada cermin kamarku
Wajah-wajah bulat, segi tiga, segi empat, dan oval
Merefleksikan persamaan dan pertidaksamaan aku dan orang lain
Memantul garis pada bibir, hidung, dan mata
Atau lengkung pada alis, senyum, dan kelopak mata
Merefleksikan
Pertambahan atau pengurangan usia aku dan orang lain
Meresapi hidup
Aku memuja lingkaran pada matahari
Teriknya memancar tanpa derajat sudut yang pasti
Membias juring-juring beribu warna indahnya
Memberi cahya pada segitiga kehidupan sama sisi
Sisi aku, sekitarku, dan sisi Tuhan-ku
Akhirnya
Aku bisa mengapresiasi lingkaran dalam jiwaku
Lingkaran lahir, tua, sakit, dan mati
Lingkaran senang, marah, kecewa, dan sedih
Lingkaran yang membuatku tak boleh berhenti
Tak boleh henti berputar
Tak jua boleh henti keliling
Kalau tak sampai ke sudut
Kalau tak sampai berujung maut
download puisi matematika- SD, SMA, Umum
GALERI FOTO
Cenderamata untuk Jaap den Hertog










